Permohonan Izin Jartup VSAT Ditutup Sementara

Rabu, 05 Oktober 2011 12:10

Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi, Departemen Komunikasi dan Informatika untuk sementara tidak akan lagi mengeluarkan izin prinsip penyelenggaraan jaringan tetap tertutup (Jartup) berbasis Very Small Aperture Terminal (VSAT). Penyelenggara Jartup berbasis VSAT, dinilai Postel sudah cukup banyak jumlahnya.

Dalam keterangan tertulis Postel yang dikutip detikINET, Jumat (11/8/2006), disebutkan bahwa dari 40 penyelenggara jaringan tetap tertutup yang ada saat ini, sekitar 88 persen diantaranya menggunakan sistem berbasis VSAT. Selain itu, penyelenggara jaringan tetap tertutup berbasis VSAT juga dinilai sulit memenuhi komitmen pembangunan atau pengembangan jaringan (roll out plan). Berdasarkan Pasal 33 Ayat (1) Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 20 Tahun 2001 tentang Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi disebutkan, penyelenggaraan jaringan tetap tertutup diwajibkan membangun jaringan untuk disewakan. Dalam format perizinan yang baru, pemegang izin penyelenggaraan jaringan diwajibkan untuk memiliki komitmen pembangunan atau pengembangan jaringan (roll out plan) setiap tahun.

"Ketentuan tersebut di atas pada dasarnya sulit untuk diterapkan dan dipenuhi oleh penyelenggara jaringan tetap tertutup yang menggunakan sistem VSAT, karena jaringan yang digunakan menyewa dari pemilik satelit dan pengembangan jaringan sangat tergantung dari demand yang ada," kata Kepala Bagian Umum dan Humas Dirjen Postel, Gatot S. Dewa Broto, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya. Penyelenggara jaringan tetap tertutup adalah penyelenggara jaringan yang menyediakan jaringan untuk disewakan.

Saat ini Jaringan tetap tertutup diselenggarakan dengan menggunakan beberapa teknologi, yaitu wireline (fibre optic) dan wireless (microwave link atau satelit/VSAT). Bagi penyelenggara jaringan tetap tertutup berbasis VSAT yang masih beroperasi, Postel menyatakan izinnya masih tetap berlaku. (nks)